Kumpulan Review Battlefield

Berkata julukan Battlefield nyatanya membawa ingatan para gamer untuk balik ke zona perang padat dengan berbagai artileri dan perlengkapan pemindahan tempur serta zona perang yang penuh dengan huru- hara. Tahun ini sepatutnya jadi comeback buat seri Battlefield yang sudah absen selama kurang lebih 3 tahun.

Dengan mengangkut balik konsep modern dengan buntelan lebih padat, EA mempersiapkan Battlefield 2042 berlaku seperti catatan cinta buat para fans yang sudah ribang untuk balik bertempur. Sayangnya, pengharapan yang cukup lama itu rasanya tidak memenuhi ekspektasi para fans. Terlebih buat mereka para fans hardcore yang telah berkenan membeli jenis“ mahal” untuk dapat mengakses game- nya terlebih dahulu.

olxtoto ~ Mulai dari kasus teknis yang tidak pula terkendali terlebih sesudah game- nya dikeluarkan legal, hingga ke pergantian gameplay yang tidak disambut dengan tangan terbuka oleh para fans. Peter Dragula dari SECTOR. sk terlebih berkata jika masa depan dari seri Battlefield terlihat sangat- amat kurang bagus.

1. Tidak Ada deskripsi, Tidak Masalah

Battlefield 2042 jadi game dini dari serinya yang akhirnya dengan metode penuh meninggalkan story campaign yang sebelumnya tetap timbul dari Battlefield 3. Namun ketetapan itu kayaknya tidak mempengaruhi game- nya karena dari dini campaign bukanlah energi berarti dari Battlefield.

David Martinez dari HobbyConsolas terlebih memuja ketetapan Battlefield 2042 untuk melenyapkan campaign dan fokus pada Mengenai terbaik yang mereka lakukan, yakni wujud multiplayer yang mendalam dan menggembirakan.

2. Lebih Besar, Lebih Besar, Lebih Melelahkan

Absennya konten campaign dan single- player memberikan ruang kelakuan lebih sekaligus andil untuk sajikan konten online yang sesuai. Digital Trends berkata jika Battlefield 2042 berhasil memenuhi angan- angan itu, dan terlebih melampauinya. Salah satu ekskalasi yang ditawarkan EA dan DICE pada Battlefield 2042 ini ialah pertempuran dengan perbandingan yang lebih padat.

128 aktor yang dipecah dalam 2 kalangan dan silih berkelahi di dalam map berukuran padat memanglah terlihat bagus dengan metode konsep. Namun kelihatannya, Mengenai itu berbanding menjempalit dalam prakteknya. Stella Chung dari IGN terlebih berkata game- nya malah membuat.

Kekalahan terlebih dari di lobi karena banyaknya aktor yang ada di dalamnya. Banyak yang mengeluhkan jika selama permainan mereka hanya dihabiskan untuk berjalan dari titik kehadiran dan mati oleh sniper di penjelajahan untuk membidik peperangan.

3. Wujud Dalih Yang Malah Mencuri Perhatian

Tidak cuma pertempuran padat klasiknya, Battlefield 2042 pula memberikan 2 wujud terbaru untuk dicoba para aktor yakni Hazard Zone dan Gapura. Keduanya memanglah memberikan pengalaman terbaru buat para aktor, meski bukan pengalaman yang betul- benar keras. Hazard Zone yakni wujud yang membuat aktor bermain dalam squad melawan 4 squad lain untuk mengakulasi seimbang berupa data drive yang terhambur di seluruh map.

Kebalikannya Gapura yakni wujud yang mengizinkan aktor memainkan map- map dari game- permainan Battlefield sebelumnya dengan kualitas Battlefield 2042. Kedua wujud tambahan ini, sangat penting Gapura disebut- ucap berlaku seperti wujud terbaik yang dimiliki oleh game ini. Toby Berger dari Press Mulai Australia berkata jika Hazard Zone yakni wujud yang menggembirakan, namun Battlefield Gapura jelas mencuri minat dalam game ini.

4. Pakar Yang Selesai Tidak Spesial

Fitur terbaru yang cukup banyak dipermasalahkan oleh para fans ialah terdapatnya sistem Spesialist yang mengutip ganti sistem jenis yang sebelumnya tetap digunakan dalam seri Battlefield. Sistem jenis yang sebelumnya ada 4 dengan kemampuan dan peranan spesifiknya tiap- masing- masing dikala ini digantikan dengan 10 tipe spesialist dengan kemampuan istimewa dan gadget istimewanya.

Sayangnya, kemampuan- keahlian terbaru dari para Specialist ini tidak mampu membawa pergantian yang berarti dalam permainannya sejenis yang dibilang Josh West dari Gamesradar. Terlebih para Specialist ini tidak memiliki peranan spesial, walhasil tipe Specialist apapun yang digunakan tetap bisa ditukar.

Jadi jenis yang di idamkan lewat pergantian loadout dan senjata yang dapat dicoba. Pada akhirnya alternatif Specialist ini hanya semata- mata skin karakter dengan secuil gadget eksklusif yang memberikan pengalaman berbeda buat para aktor. Phil Hornshaw dari Gamespot terlebih berkata beberapa Specialist dalam game- nya terasa tidak berguna.

5. Pencarian Fakta Diri Terbaru Yang Tidak Diperlukan

Tidak cuma perbandingan permainan yang diperbesar, EA dan DICE pula memberikan pergantian pada sistem permainannya. Mulai dari wujud antarmuka dan sistem loadout yang membingungkan para aktor, hingga ke sistem jenis aktor yang telah diulas sebelumnya. Dengan metode garis beras, DICE sejenis ingin mencari fakta diri terbaru untuk Battlefield 2042. Namun sayangnya usaha untuk memasukkan elemen- bagian modern yang diterima dari game-.

Permainan shooter yang lain itu malah mengacaukan pengalaman bermainnya dengan metode keseluruhan. Chris Jarrard dari Shacknews terlebih mengutarakan Battlefield 2042 membutuhkan lebih banyak lama dalam pengembangannya untuk mematangkan apa yang membuat seri Battlefield dicintai dibandingkan jadi game yang berusaha untuk memiliki banyak Mengenai untuk berbagai macam aktor namun terasa setengah jadi.

6. Kualitas Grafis Yang Harus Dikorbankan

Selama bertahun- tahun EA berhasil membuat Battlefield berlaku seperti salah satu sorong ukur perkembangan grafis untuk game- permainan shooter. Namun sayangnya Mengenai itu harus absen pada Battlefield 2042. Dengan menitikberatkan game- nya pada performa teknis untuk menampung 128 aktor dalam map yang jauh lebih besar.

Grafis yang diimpor tidak hadapi lompatan inovasi dan terlebih mundur di beberapa pemikiran dari game sebelumnya. YouTuber Nick930 memberikan kemiripan detail perihal kemiripan grafis antara Battlefield 2042 dengan Battlefield V. Tampaknya di luar sumbangan aransemen yang lebih tajam, hampir semua pemikiran dalam Battlefield 2042 lebih inferior dari sebelumnya.

Sedi- bidang grafis yang memberikan kegemparan next- gen sejenis akibat pencerahan, denotasi, refleksi hingga berbagai macam akibat dirasa kurang maksimal. Namun memanglah pengabdian itu dicoba biar Battlefield 2042 dapat mendapatkan kemantapan performa yang dibutuhkan.

7. Lagi Membutuhkan Banyak Penyempurnaan

Game- permainan yang dikeluarkan pada tahun 2021 ini kebanyakan memiliki kasus berarti pada game yang tidak maksimum dan Battlefield jadi salah satunya. Dari perilisan early- access- nya, Battlefield 2042 menderita berbagai macam kasus. Mulai dari game yang sering crash, susahnya untuk tersambung ke server game hingga bug, dan glitch yang kerap terangkai di dalam game- nya.

Alex dari GameInformer terlebih mengatakan jika berbagai macam bug yang dia alami meski minor melenyapkan keceriaan yang dia memiliki disaat bermain. Mengenai ini terlebih membuat para aktor early- access beramai- marak melakukan refund untuk game- nya terlebih dikala saat sebelum Battlefield 2042 dikeluarkan dengan metode legal pada 19 November setelah itu.

DICE memanglah tidak tinggal diam dan kemudian berusaha membetulkan berbagai kasus yang ada dengan menciptakan patch emendasi dengan metode tertib. Hingga artikel ini dibuat, game ini dikabarkan akan mendapatkan emendasi mewah dalam beberapa minggu.

Leave a Comment